Menu Tutup

Luis Milla Sedih Indonesia Gagal Masuk Semifinal

Luis Milla Sedih Indonesia Gagal Masuk Semifinal
Luis Milla Sedih Indonesia Gagal Masuk Semifinal

Luis Milla Sedih Indonesia Gagal Masuk Semifinal, Indonesia yang gagal pada laga melawan UEA di Asian Games 2018.
Laga Indonesia VS UEA pada cabang Olahraga Sepakbola putra di Asian Games 2018 sudah berakhir.

Indonesia harus menerima kekalahan lewat drama adu pinalty setelah bermain imbang pada 90 menit 2-2.
Pada babak pinalty Indonesia kalah dengan skor 3-4 atas UEA, Dimana 2 eksekutor Indonesia gagal menjebol gawang.

Zayed Alameri yang mencetak 2 gol untuk UEA lewat tendangan pinalty yang di berikan oleh wasit pada laga 90 menit.
Indonesia yang tertinggal pada mampu menyamakan kedudukan pada menit menit terakhir dengan mencetak 2 gol.

2 Gol Indonesia dicetak oleh Alberto Goncalves pada menit ke-52 dan Stefano Lilipaly pada menit ke 90+4
Lilipaly menjadi pemberi kesempatan untuk Indonesia bisa berjuang lebih lagi.

Tetapi pada adu pinalti Indonesia harus kalah dari UEA pasal nya ada 2 kesempatan yang gagal.
Dua algojo Indonesia Septian David Maulana dan Saddil Ramdani gagal menjalankan eksekusi nya.

UE hanya gagal 1 kali pada adu pinalti, Abdaila Ghanim menambak dan membentur tiang gawang sehinggal gagal menjadi gol.
Dengan skor akhir 3-4 Indonesia kalah atas UEA dan langkahnya terhenti di ajang Asian Games 2018 ini.

Sebagai pelatih Luis Milla sangat kecewa, sedih, dan menyayangkan atas kekalahan ini.
Pasal nya PSSI menargetkan Luis Milla harus membawa timnas sampai semifinal Asian Games 2018.

Nasib Luis Milla bisa di bilang sedang di gantung, pasalnya dia tidak bisa memenuhi target yang PSSI berikan.
Tetapi banyak dari netizen dan pemain asuhan nya yang ingin mempertahan kan Milla sebagai pelatih.

Bima Sakti Ungkapkan Kesedihan Luis Milla di Ruang Ganti

Bima Sakti sang asisten pelatih Luis Milla mengungkapkan suasana yang terjadi pada Ruang Ganti.
Bima juga memposting foto dirinya bersama Luis Milla di akun media sosial Instagram pribadinya.

“Tetap semangat coach luis, ada hal yg mengharukan diruang ganti pemain tadi malam…
beliau berkata : Saya sedih sekali…umur saya sudah 52 tahun banyak kenangan dalam sepak bola,
sedih gak juara waktu main di la liga, sedih gak juara waktu main 2 kali di final liga champions,
tapi beliau mengungkapkan sedihnya tidak seperti malam ini…lalu beliau menangis…
terimakasih coach luis mila atas dedikasi, perjuangan dan kecintaanmu buat INDONESIA”
Caption Bima Sakti Di Akun Media Sosial Instagram nya.

Saat di temu pers Luis Milla mengaku belum mengetahui bagaimana nasib nya sebagai pelatih timnas Indonesia.
Karena dari Pihak PSSI pun belum ada yang menghubungi nya.

Dukungan Untuk Luis Milla

Tidak sedikit orang yang menilai bahwa timnas Indonesia di bawah pelatih asal Spanyol itu menjadi jauh lebih baik.
Sekalahan Passing berkurang, umpan-umpan lebih akurat, dan permainan juga menjadi lebih dinamis.

Mangkanya banyak Netizen yang masih berharap agar Luis Milla tetap melatih Timnas Indonesia.
Di akun media sosial banyak bertebarang hastag #SaveLuisMilla #SaveMilla yang menandakan dukungan untuk Milla.

Tidak hanya di netizen saja, Seluruh staff yang bekerja dengan beliau pun merasakan perkembangan yang signifikan
Para pemain pun berpendapat sama atas prestasi yang baik ketika kehadiran Luis Milla.

“Metode melatih coach Luis merupakan barang baru buat saya, Permainan saya jauh berkembang di tangan dia.”
Ujar Septian David Maulana sang pemain paling produktif di SEA Games 2017.

“Kolektivitas tim yang diperagakan para pemain timnas U-23 sangat baik, Terutama ketika menguasai bola.
Membangun serangan, Permainan mereka enak di tonton dan terkonsep.”
Ujar Ibnu Grahan sang legenda Persebaya.

“Saya berharap Dia dan Stafnya akan tetap menjadi pelatih, Dia adalah pelatih yang hebat dengan banyak pengalaman,
Dan juga orang yang hebat. itu akan sangat baik untuk timnas jika beliau di pertahankan.
Kami juga dapat pembelajaran yang banyak dari beliau.”Ujar Stefano Liliypaly pemain Bali United itu.

Alasan Luis Milla harus tetap melatih Timnas Indonesia

Rupanya pembelaan terhadap luis milla buka cuma ujaran semata, tetapi itu berdasarkan kenyataan yang dibuatnya.
Pengalaman yang di miliki nya ketika bermain di La Liga merupakan pengalaman yang sangat baik untuk Indonesia.

Ketika dia berjuang bersama Barcelona dan Real Madrid dia mampu meraih 3 juara La Liga 1 kali bersama Barcelona.
Dan mencapai 2 kali final Liga Champion. tentunya jam terbang yang sudah sangat cukup untuk melatih.

Luis Milla juga sangat handal dalam membaca Strategi dan pola permainan musuh ketika laga berjalan.
Seperti laga Indonesia melawan Hongkong dimana Indonesia tertinggal 1-0 hingga babak ke dua.

Perubahan strategi yang dilakukan Milla terbukti ampuh sehingga Indonesia mampu membalikan keadaan.
Indonesia membalikan keadaan dengan membuat tiga gol membuat memenangkan laga atas Hongkong.

Kala melawan China Taipei, Indonesia sempat kurang percaya diri pasal nya hanya unggul 1-0 hingga babak pertama.
Di babak kedua setelah perbuahan yang dilakukan Milla Indonesia mampu membuat 3 gol tambahan lagi menjadi skor akhir 4-0.

Dia juga berani melakukan eksperiman terhadap para pemain timnas Indonesia.
Dimana biasanya Evan Dimas menjadi gelndang serang di rubah menjadi gelandang Bertahan.

Hasil nya juga ternyata baik, Evan Dimas juga merasa bahwa perubahan itu memberikan pengalaman baru untuknya.
Memang keputusan tetap berada di tangan PSSI selaku atasan Luis Milla, tetapi dukungan tetap hadir untuk Milla.

 

Terimakasih sudah mampir
Untuk melihat artikel lainnya silahkan klik DISINI.
Situs Parlay 2 Tim Terbaik & Terpercaya Se-Asia ada DISINI.
Sampai bertemu di artikel-artikel lainnya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *